10 Ramuan Obat Herbal yang Sesuai dengan Penyakit Kambing



Penyakit menjadi persoalan yang harus diantisipasi oleh peternak sebelum beternak. Pasalnya, penyakit yang menyerang kambing harus ditangani dengan tepat agar tidak berkembang semakin parah. Penyakit kambing yang umum ditemui adalah cacingan, gatal, ambing, tetanus, diare, batuk, dan penyakit mata.

Pengendalian penyakit kambing dapat diatasi terlebih dahulu dengan ramuan herbal yang terbuat dari beragam tumbuhan. Cara ini sering digunakan oleh peternak tradisional yang lebih sering mengandalkan kekuatan tumbuhan. Berikut ini beberapa ramuan obat herbal yang sesuai dengan jenis penyakit kambing yang menyerang.

Cacingan

Cacingan merupakan penyakit yang paling sering dialami oleh setiap kambing. Cacingan biasanya disebabkan oleh pakan yang mengandung benih cacing. Untuk mengatasi cacingan, Anda bisa memberikan obat cacing setiap tiga bulan sekali. Obat cacing sudah bisa diberikan sejak cempe (anak kambing) prasapih untuk menambah daya tahan tubuh. Obat cacing yang biasa digunakan oleh peternak kecil adalah campuran temu hitam dan gula merah.

Gatal

Penyakit ini bisa menular jika dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, Anda perlu memisahkan kambing yang sudah terjangkit. Selanjutnya, gunakan beberapa butir lirang dan oli bekas, lalu campur dengan minyak goreng serta garam. Tumbuk halus semua bahan dan oleskan ramuan pada bagian yang gatal dan sakit. Lakukan hingga luka gatal mengering.

Ambing

Ambing yang membengkak atau tidak mengeluarkan air susu sering sekali dijumpai. Anda bisa menggunakan beberapa siung bawang putih yang dicampur garam untuk mengobati penyakit ambing. Tumbuk halus semua bahan dan campur dengan air hangat. Campuran tersebut bisa digunakan untuk mengompres bagian ambing yang sakit.

Tetanus

Penyakit tetanus bisa dicegah dengan cara memotong plasenta yang basah dan agak panjang. Setelah itu, olesi dengan kunyit untuk melindungi kambing dari bakteri tetanus yang biasanya masuk melalui ujung plasenta.

Diare

Diare bisa disebabkan oleh pakan yang diberikan berlebihan atau daun pakan masih muda. Untuk mengatasinya, Anda bisa menggunakan mahkota dewa yang dicampur dengan garam dan air panas. Setelah dingin, berikan ramuan tersebut kepada kambing. Namun, jika sulit mendapatkan mahkota dewa, Anda bisa menggunakan daun jambu biji yang dicampur dengan garam secukupnya.

Batuk

Batuk sering datang bersamaan dengan flu sehingga menyebabkan kambing kesulitan bernapas. Batuk bisa terjadi akibat pakan hijauan yang basah. Anda bisa menggunakan beras kencur yang diseduh dengan air panas. Berikan ke kambing setelah ramuan beras kencur sudah dingin.

Mata

Penyakit mata lebih sering menyerang kambing saat cuaca sedang tidak baik dan kambing sedang mengalami penurunan daya tahan tubuh. Anda bisa menggunakan daun sirih, garam, dan air panas. Cara membuatnya, gunakan tiga lembar daun sirih dan masukkan air panas yang sudah dicampur dengan garam ke gelas. Setelah campuran tersebut dingin, kompreskan ke bagian mata kambing yang sakit, lakukan sebanyak dua kali sehari.

Cara Membuat Ekstrak Daun Sirih Untuk Obat Tradisional Masitis

  • Pakailah air bersih yang tidak mengandung kaporit sekita 750 ml.
  • Daun sirih yang dipakai yaitu daun sirih hijau atau kuning sekitar 7 sampai 10 lembar
  • Kemudian rebus daun sirih sampai  air rebusannya terlihat kehijauan, dengan memanaskannya kurang lebih sekitar 75 derajat celcius.
  • Kita pastikan warna air tidak pekat dan tidak mengental.
  • Kemudian masukkan air rebusan daun sirih kedalam wadah yang telah kita sediakan, kemudian kita dinginkan.
Cara Pemakaian Ekstrak Daun sirih sebagi obat tradisional mastitis.

  • Bersihkan terlebih dahulu putting dengan menggunakan krim pelican atau vaselin. Pembersihan ini kita lakukan agar supaya anti-mikroba bisa masuk.
  • Kemudian masukkan air rebusan yang tadi kedalam gelas dengan ukuran sekitar 250 ml.
  • Selanjutnya kita celupkan ke putting ternak kambing atau sapi daun rebusan daun sirih tadi, celupkan kira-kira sekitar 3o detik sampai 1 menit.
  • Aplikasi atau kegiatan pencelupan ini, kita lakukan 2 kali dalam satu hari, dilakukan sesudah pemerahan susu.
  • Kita gunakan alat suntik atau spet, buang jarumya.
  • Kemudian kita isi alat suntik dengan cairan daun sirih.
  • Urut areal putting, supaya cairan anti-mikroba bisa menyebar ke semua bagian putting.
  • Selanjutnya sekitar 1 menit kita tunggu, setelah itu, keluarkan lagi dengan cara mengurut kearah lubang putting.
  • Pengaplikasian ini juga kita lakukan dengan dua kali sehari  sesudah pemerahan.

Cara mengekstrak daun sirih dengan menggunakan alkhohol dan aquadest. Selanjutnya dimasukkan cairan ekstrak daun sirih ke dalam wadah atau wadah dengan ukuran 250 ml, selanjutnya celupkan putting kambing atau ternak sapi ke dalamnya. Pencelupan ini bisa dikerjakan selama 30 detik sampai 1 menit, 2 kali sehari, sesudah susu kambing atau sapi diperah.

Dengan memakai rebusan daun sirih dilakukan dengan cara sbb:

Selain dengan cara tersebut diatas, kita juga bisa melakukannya dengan menyuntikkan ke dalam putting ternak kita. Jika ternak sapi atau kambing telah terbukti terjangkit penyakit mastitis.

Cara penyuntikannya adalah sebagai berikut:

  • Kita gunakan alat suntik atau spet, buang jarumya.
  • Kemudian kita isi alat suntik dengan cairan daun sirih.
  • Urut areal putting, supaya cairan anti-mikroba bisa menyebar ke semua bagian putting.
  • Selanjutnya sekitar 1 menit kita tunggu, setelah itu, keluarkan lagi dengan cara mengurut kearah lubang putting.
  • Pengaplikasian ini juga kita lakukan dengan dua kali sehari  sesudah pemerahan.
Penulis: Dedi Mujahidin Founder PT Kang Jadi

LihatTutupKomentar